UGM: Ancaman DO itu 100 persen kebohongan publik

Jakarta (ANTARA News) – Guru Besar Hukum Pidana Fakultas Hukum UGM Eddy O.S Hiariej menyatakan berita yang menyatakan bahwa Mahasiswa sebagai penyelenggara seminar di Fakultas Peternakan terancam DO dan ada tekanan dari Intel, 100 persen adalah kebohongan publik.

“Tidaklah mungkin UGM sebagai institusi berintegritas yang reputasinya telah mendunia melakukan intimidasi akademik,” kata Eddy Hiariej dalam keterangan yang diterima, Minggu.

Dia juga menjelaskan bahwa dirinya telah mengkonfirmasi kejadian pembatalan seminar di Fakultas Peternakan yang menghadirkan pembicara dua mantan menteri, Sudirman Said dan Ferry Mursyidan Baldan kepada Dekan Fakultas Peternakan Prof Dr Ir Ali Agus DEA.

“Peternakan sangat tepat dalam menjaga kenetralan UGM sebagai institusi akademik,” kata Guru Besar UGM ini.

Atas tindakan Dekan Fakultas Peternakan ini, Eddy Hiariej juga berpendapat bahwa kampus adalah lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi kebebasan dan etika akademik.

“Kampus adalah institusi independent yang non partisan namun tidak tabu berbicara politik,” katanya.

Dalam konteks kontestasi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan Umum Legislatif 2019, Eddy Hieriej, UGM sebagai institusi pendidikan sejak Pemilu 1999 telah menunjukkan kenetralannya.

Ketika Prof Ichlasul Amal Rektor 1998-2002, justru mengadakan Dialog Nasional untuk mengundang semua Parpol menyampaikan visi-misi, ungkap Eddy Hieriej.

“Demikian pula dalam Pilpres 2004, Prof. Sofian Effendi sebagai Rektor mengizinkan debat calon Presiden secara berimbang,” ungkapnya.

Dia mengatakan kalau memang ingin menggalang dukungan dari kalangan kampus hendaklah menggunakan cara-cara yang beradab dan beretika secara jujur dan terbuka untuk mengadakan suatu debat publik secara berimbang dengan menhadirkan juga pasangan calon lainnya sehingga visi-misi sari para kandidat dapat dinilai secara ilmiah.

Pewarta: Joko Susilo
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018