Menristekdikti resmikan purwarupa teknologi pengolaan air

Semarang  (ANTARA News) – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir meresmikan purwarupa produk Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) Instalasi Sumur Dalam dan Pengolahan Air di Kelurahan Bulusan, Kota Semarang.

 “Sebagai menteri, saya ingin berkontribusi kepada lingkungan saya agar warga bisa menikmati air bersih,” kata Nasir dalam sambutannya sebelum meresmikan CPPBT Instalasi Sumur Dalam dan Pengolahan Air di Semarang, Sabtu.

CPPBT Instalasi Sumur Dalam dan Pengolahan Air yang diresmikan Nasir memang berada di lingkungan tempat tinggal pribadinya di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
Sebelum menjadi menteri, Nasir merupakan salan satu dosen di Universitas Diponegoro Semarang dan sudah terpilih untuk menjabat sebagai rektor di perguruan tinggi tersebut. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof Mohamad Nasir menandatangani prasasti peresmian Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) Instalasi Sumur Dalam dan Pengolahan Air di Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Sabtu (22/9/2018). (ANTARA/Dewanto Samodro)

“Sebelum dibor, sudah diteliti terlebih dahulu sumber airnya menggunakan teknologi sensor gamma ray well logging dari Badan Tenaga Nuklir Nasional atau BATAN,” jelasnya.
    
Menurut Nasir, teknologi tersebut dipergunakan untuk mendeteksi apakah di tanah tersebut terdapat kandungan uranium atau minyak hingga kedalaman 1.000 meter.

“Saat dilakukan pengeboran, ternyata banyak batu. Hingga kedalaman 120 meter sudah bertemu batu api. Kalau diteruskan akan keluar gas atau uranium,” katanya.

 Bila itu terjadi, maka lokasi pengeboran bisa menjadi tambang gas dan warga diharuskan pindah sehingga tidak akan bisa memanfaatkan air dari sumur yang sudah dibor tersebut.
Dari penelitian terhadap sumur, airnya bisa dikonsumsi hingga 87 tahun. Air yang ditemukan juga bukan air tanah permukaan, sehingga tidak akan mengganggu sumur yang kedalamannya lebih rendah. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof Mohamad Nasir  mencoba air minum hasil Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) Instalasi Sumur Dalam dan Pengolahan Air di Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Sabtu (22/9/2018). (ANTARA/Dewanto Samodro)

“Air tersebut kemudian diolah menggunakan teknologi ‘reverse osmosis alkaline’ yang bisa menghasilkan pH 8 hingga 9,5. Bisa langsung diminum dan sangat baik bagi penderita penyakit ginjal, apalagi yang sehat,” tuturnya.
    
Nasir berpesan keberadaan instalasi sumur dalam dan pengolahan air itu bisa dimanfaatkan dan dikelola dengan baik oleh warga. Bahkan, bukan tidak mungkin bila dikelola dengan baik, bisa mengalahkan perusahaan daerah air minum.

“Investasinya mahal. Ini merupakan pemberian Kementerian untuk rakyat demi mendapatkan air yang sehat,” katanya. ***4*** (T.D018)

Baca juga: RUU Air diminta perhatikan kelompok rentan
Baca juga: RUU Sumber Daya Air, soal pungutan masih sengit diperdebatkan

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018